Sajak Desember

Kutanggalkan mantel serta topiku yang tua
Ketika daun penanggalan gugur
Lewat tengah malam

Kemudian kuhitung
Hutang-hutangku pada-Mu

Mendadak terasa: betapa miskinnya diriku;
di luar hujan pun masih kudengar
dari celah-celah jendela

    Ada yang terbaring di kursi…letih sekali

Masih patutkah kuhitung segala milikku
Selembar celana dan selembar baju
Ketika kusebut berulang nama-Mu;

taram temaram bayang, bianglala itu…

-1961-
Sapardi Djoko Damono

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s